Home info Cara Cek Online Nama dan TPS di Daftar Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019

Cara Cek Online Nama dan TPS di Daftar Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019

3,315
1
SHARE
Cara Cek Online Nama dan TPS di Daftar Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019

Keterangan Gambar : Logo KPU 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin masyarakat ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019. Masyarakat bisa mengecek langsung di situs resmi KPU,apakah sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih tetap atau DPT.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan saat ini tercatat ada 185 juta lebih pemilih se-kabupaten/kota di Indonesia. "Rekap berdasarkan berita acara penetapan DPT di 514 Kabupaten/Kota pada 34 provinsi jumlah TPS sebanyak 801.291 dan jumlah pemilih sebanyak 185.994.249," kata Viryan.

Lihat juga : hasil-sementara-real-count-resmi-kpu-pilpres-nasional-di-indonesia-untuk-pemilu-presiden-2019

Lalu, bagaimana cara mengeceknya?

Pertama, buka situs resmi KPU di sini (https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/). Akan muncul kotak bertuliskan "Nama" dan "NIK". Anda harus mengisi nama lengkap dan juga nomor identitas yang terdaftar, seperti KTP.

Jika semua sudah terisi, selanjutnya Anda mengklik "Cari". Muncul daftar identitas Anda, mulai dari Nama, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan, dan Nomor TPS di tempat Anda tinggal.

Namun, jika belum terdaftar atau terjadi masalah maka akan muncul tulisan "Alert! ANDA BELUM TERDAFTAR ATAU KOMBINASI NIK DAN NAMA SALAH."

Jika terjadi masalah atau belum terdaftar di DPT Pemilu 2019, dapat langsung melapor ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dengan membawa fotocopy e-KTP dan kartu keluarga.

Tak hanya itu saja, Anda juga bisa mengecek data diri Anda melalui aplikasi "KPU RI Pemilu 2019". Pengguna Android bisa mengunduh aplikasi ini melalui Play Store. Cara mengeceknya, buka aplikasi "KPU RI Pemilu 2019", kemudian pilih "Cek Pemilih".

Mirip dengan pengecekan di situs KPU melalui PC, pengecekan melalui ponsel juga harus mengisi "Nama" dan "NIK". Kemudian akan muncul identitas Anda, seperti Nama, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan, dan Nomor TPS di tempat Anda tinggal. Silakan mengecek namamu di DPT Pemilu 2019 yang tersedia di situs KPU.

Baca juga : 25-poling-media-sosial-untuk-pilpres-2019-mayoritas-mengunggulkan-prabowosandi

CARA CEK DAFTAR TETAP PEMILU 2019

klik web di bawah ini setelah itu akan muncul ketik nama dan NIK, jika sdh terdaftar sbg DPT di KPU maka akan muncul data nama dan TPS nya, jika tidak muncul, segera hubungi PPS dg membawa Copy KTP el
https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id

BAGAIMANA JIKA BELUM TERDAFTAR DI KPU

Ada dua cara juga yang bisa dilakukan pemilih. Pertama, datang ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan kedua, secara online. "Pertama, kalau mau yang manual, dia bisa pergi ke PPS (Panitia Pemungutan Suara), kan dekat itu. Kantor kelurahan itu kan pasti dekat dengan rumah," kata Arief, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). Petugas akan membantu untuk memasukkan nama pemilih ke DPT.

Syaratnya, pemilih menunjukkan e-KTP miliknya untuk dicatat data-datanya oleh petugas. Cara kedua, dengan mengunduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019. Jika menggunakan cara kedua, pemilih tak perlu datang ke kantor desa/kelurahan, cukup mengandalkan ponsel Android dan jaringan internet. Setelah membuka aplikasi KPU RI Pemilu 2019, pilih "Cek Pemilih". Kemudian masukkan NIK dan Nama Depan. Bagi pemilih yang belum terdaftar di DPT, maka akan tampil tulisan 'Anda belum terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. Segera laporkan data diri dengan menekan tombol 'Lapor' di bawah ini'. Setelah menekan tombol "Lapor", pemilih diminta untuk memasukkan sejumlah data, seperti NIK, NKK, nama lengkap, nomor ponsel, dan e-mail. Pemilih juga akan diminta memasukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan tempat mereka tinggal.

Untuk itu, pemilih harus memastikan bahwa data diri yang dicantumkan sesuai data yang tertera dalam e-KTP. "Kalau ada yang belum terdaftar, langsung tertampil (tulisan) lapor online. Sudah, tinggal masukkan data diri. Asalkan satu, data itu adalah data KTP elektronik," tegas Arief. Setelah itu, lanjut Arief, sistem akan memproses pendaftaran nama pemilih tersebut dan selanjutnya dimasukkan dalam DPT Pemilu 2019. Tahapan Pemilu 2019 memasuki masa kampanye mulai 23 September 2018. Kampanye akan berakhir pada 13 April 2019. Sementara, hari pemungutan suara dilangsungkan 17 April 2019.

Ada dua cara juga yang bisa dilakukan pemilih. Pertama, datang ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan kedua, secara online. "Pertama, kalau mau yang manual, dia bisa pergi ke PPS (Panitia Pemungutan Suara), kan dekat itu. Kantor kelurahan itu kan pasti dekat dengan rumah," kata Arief, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). Petugas akan membantu untuk memasukkan nama pemilih ke DPT. Syaratnya, pemilih menunjukkan e-KTP miliknya untuk dicatat data-datanya oleh petugas. Cara kedua, dengan mengunduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019. Jika menggunakan cara kedua, pemilih tak perlu datang ke kantor desa/kelurahan, cukup mengandalkan ponsel Android dan jaringan internet. Setelah membuka aplikasi KPU RI Pemilu 2019, pilih "Cek Pemilih". Kemudian masukkan NIK dan Nama Depan. Bagi pemilih yang belum terdaftar di DPT, maka akan tampil tulisan 'Anda belum terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. Segera laporkan data diri dengan menekan tombol 'Lapor' di bawah ini'. Setelah menekan tombol "Lapor", pemilih diminta untuk memasukkan sejumlah data, seperti NIK, NKK, nama lengkap, nomor ponsel, dan e-mail. Pemilih juga akan diminta memasukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan tempat mereka tinggal. Untuk itu, pemilih harus memastikan bahwa data diri yang dicantumkan sesuai data yang tertera dalam e-KTP. "Kalau ada yang belum terdaftar, langsung tertampil (tulisan) lapor online. Sudah, tinggal masukkan data diri. Asalkan satu, data itu adalah data KTP elektronik," tegas Arief. Setelah itu, lanjut Arief, sistem akan memproses pendaftaran nama pemilih tersebut dan selanjutnya dimasukkan dalam DPT Pemilu 2019. Tahapan Pemilu 2019 memasuki masa kampanye mulai 23 September 2018. Kampanye akan berakhir pada 13 April 2019. Sementara, hari pemungutan suara dilangsungkan 17 April 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalau Nama Saya Tak Ada di Data Pemilih, Apa yang Harus Dilakukan?", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/12/16125681/kalau-nama-saya-tak-ada-di-data-pemilih-apa-yang-harus-dilakukan?page=2.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Ada dua cara juga yang bisa dilakukan pemilih. Pertama, datang ke Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan kedua, secara online. "Pertama, kalau mau yang manual, dia bisa pergi ke PPS (Panitia Pemungutan Suara), kan dekat itu. Kantor kelurahan itu kan pasti dekat dengan rumah," kata Arief, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). Petugas akan membantu untuk memasukkan nama pemilih ke DPT. Syaratnya, pemilih menunjukkan e-KTP miliknya untuk dicatat data-datanya oleh petugas. Cara kedua, dengan mengunduh aplikasi KPU RI Pemilu 2019. Jika menggunakan cara kedua, pemilih tak perlu datang ke kantor desa/kelurahan, cukup mengandalkan ponsel Android dan jaringan internet. Setelah membuka aplikasi KPU RI Pemilu 2019, pilih "Cek Pemilih". Kemudian masukkan NIK dan Nama Depan. Bagi pemilih yang belum terdaftar di DPT, maka akan tampil tulisan 'Anda belum terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. Segera laporkan data diri dengan menekan tombol 'Lapor' di bawah ini'. Setelah menekan tombol "Lapor", pemilih diminta untuk memasukkan sejumlah data, seperti NIK, NKK, nama lengkap, nomor ponsel, dan e-mail. Pemilih juga akan diminta memasukkan provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan tempat mereka tinggal. Untuk itu, pemilih harus memastikan bahwa data diri yang dicantumkan sesuai data yang tertera dalam e-KTP. "Kalau ada yang belum terdaftar, langsung tertampil (tulisan) lapor online. Sudah, tinggal masukkan data diri. Asalkan satu, data itu adalah data KTP elektronik," tegas Arief. Setelah itu, lanjut Arief, sistem akan memproses pendaftaran nama pemilih tersebut dan selanjutnya dimasukkan dalam DPT Pemilu 2019. Tahapan Pemilu 2019 memasuki masa kampanye mulai 23 September 2018. Kampanye akan berakhir pada 13 April 2019. Sementara, hari pemungutan suara dilangsungkan 17 April 2019.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalau Nama Saya Tak Ada di Data Pemilih, Apa yang Harus Dilakukan?", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/12/16125681/kalau-nama-saya-tak-ada-di-data-pemilih-apa-yang-harus-dilakukan?page=2.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber : merdeka

Para pemilih sudah bisa melakukan pengecekan apakah namanya sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap ( DPT) atau belum. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih proaktif untuk melakukan pengecekan. Cara mengecek nama di DPT Caranya, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, datang langsung ke kantor desa/kelurahan domisili. Petugas akan membantu pemilih untuk mengecek apakah yang bersangkutan sudah terdaftar dalam DPT. Baca juga: Begini Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Pemilu 2019 Cara kedua, melalui portal https://sidalih3.kpu.go id. Jika menggunakan cara kedua, pemilih tak perlu datang ke kantor desa/kelurahan, cukup mengandalkan ponsel dan jaringan internet. Berikut langkah-langkahnya: 1. Di halaman awal portal https://sidalih3.kpu.go.id, pemilih diminta untuk memilih provinsi tempat mereka tinggal. Pilih provinsi sesuai dengan tempat tinggal di kartu tanda penduduk (KTP). 2. Setelah kolom provinsi terisi, pemilih diminta untuk memasukan kabupaten/kota domisili. Pilih kabupaten/kota domisili sesuai dengan tempat tinggal di KTP. Baca juga: Ikut Pemilu 2019, Daftar Nama Para Pemilih Sudah Bisa Dilihat 3. Selanjutnya, isikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum dalam KTP di kolom "NIK" yang terletak di bawah kolom kota/kabupaten. Pastikan, setiap angka yang dimasukkan sudah benar. 4. Lalu, ketik nama di kolom "Nama" yang letaknya di samping kolom "NIK". Masukkan nama lengkap sesuai dengan yang tertera dalam KTP. 5. Terakhir, klik ikon "cari pemilih" yang ada di sebelah kanan kolom "Nama". Bagaimana jika ternyata nama saya tak ada dalam DPT? Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, jika calon pemilih mendapati namanya tak ada dalam DPT.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kalau Nama Saya Tak Ada di Data Pemilih, Apa yang Harus Dilakukan?", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/12/16125681/kalau-nama-saya-tak-ada-di-data-pemilih-apa-yang-harus-dilakukan.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary